13. Partai Bulan Bintang (PBB)

Partai Bulan Bintang (PBB)

Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra dalam suatu kegiatan, foto diambil dari Google

Umum

Partai Bulan Bintang (PBB) lahir sebagai partai politik Indonesia yang berasaskan Islam berdiri pada 17 Juli 1998 di Jakarta. PBB dideklarasikan pada Jumat 26 Juli 1998 di halaman Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sebagai partai Islam yang mengambil inspirasi dari Masyumi, PBB melandaskan perjuangan pada ajaran-ajaran Islam yang universal dan bersifat rahmatan lil alamin yaitu rahmat bagi seluruh alam.

Sejarah

PBB didirikan di tengah era reformasi Indonesia. Pada masa itu, masyarakat Indonesia sedang mengalami perubahan politik yang besar. PBB hadir sebagai partai politik yang berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan umat Islam dan pembangunan bangsa.

PBB didirikan sebagai hasil ‘kesepakatan’ berbagai ormas Islam yang bergabung di dalam Badan Koordinasi Umat Islam (BKUI) yang didirikan pada 12 Mei 1998. BKUI merupakan pelanjut dari Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) yang didirikan pada 1 Agustus 1989 oleh Pemimpin Partai Masyumi DR. H. Mohammad Natsir, Prof. DR. HM. Rasyidi, KH. Maskur, KH. Rusli Abdul Wahid, KH. Noer Ali, DR. Anwar Harjono, H. Yunan Nasution, KH. Hasan Basri dan lain-lain.

PBB pertama kali mengikuti pemilihan umum pada tahun 1999. Dalam pemilu tersebut, PBB berhasil meraih 2,05% suara dan berhak menduduki 13 kursi di DPR. Pada pemilu selanjutnya, PBB terus mengalami penurunan perolehan suara. Pada tahun 2004, PBB meraih 2,62% suara dan berhak menduduki 11 kursi di DPR. Sejak pemilu 2009 PBB kehilangan kursi di DPR RI karena tidak berhasil memenuhi parliamentary treshold 2,5%.

Ideologi

Partai Bulan Bintang (PBB) lahir sebagai partai politik Indonesia yang berasaskan Islam yang mengambil inspirasi dari Masyumi, PBB melandaskan perjuangan pada ajaran-ajaran Islam yang universal dan bersifat rahmatan lil alamin yaitu rahmat bagi seluruh alam.

Visi dan Misi

Visi:

  • Terwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia yang Islami.
  • Tegakkan Keadilan & Kepastian Hukum.
  • Bela Umat, Bela Ulama, Bela Islam, Bela Rakyat, Bela NKRI.

Misi:

Membangun masyarakat dan bangsa Indonesia yang beriman, bertaqwa, maju, cerdas, mandiri, berkepribadian tinggi, berkeadilan, berkemakmuran, kehidupan demokratis berdasarkan kerakyatan yang di pimpin oleh hikmah kebijaksanaan permusyawaratan perwakilan dan turut menciptakan perdamaian dunia berdasarkan nilai-nilai Islam.

Organisasi

PBB memiliki struktur organisasi yang terdiri dari:

  • Majelis Syuro, yang bertugas menetapkan garis besar kebijakan partai.
  • Mahkamah Partai, yang bertugas menjaga marwah dan kehormatan partai.
  • Dewan Pimpinan Pusat, yang bertugas menjalankan kebijakan partai.
  • Dewan Pimpinan Wilayah, yang bertugas menjalankan kebijakan partai di tingkat provinsi.
  • Dewan Pimpinan Daerah, yang bertugas menjalankan kebijakan partai di tingkat kabupaten/kota.
  • Dewan Pimpinan Cabang, yang bertugas menjalankan kebijakan partai di tingkat kecamatan.

Kepemimpinan

Ketua Umum PBB saat ini adalah Yusril Ihza Mahendra. Yusril Ihza Mahendra terpilih dalam Muktamar V PBB yang diselenggarakan pada 25-27 September 2019 di Tanjung Pandan, Bangka Belitung.

Penutup

PBB adalah salah satu partai politik yang berpengaruh di Indonesia. PBB memiliki peran penting dalam perkembangan politik dan sosial di Indonesia. Walaupun beberapa periode PBB tanpa kursi di DPR namun sepak terjang dan kontribusi PBB dalam pembelaan hak-hak rakyat dan umat yang tertindas terasa begitu nyata di tengah-tengah masyakat pada umumnya dan umat Islam pada khususnya.

Disclaimer

  • Nomor urut adalah nomor urut partai dalam pemilihan umum 2024;
  • Artikel ini dibuat berdasarkan informasi yang diperoleh dari internet sebagai gambaran sekilas mengenai partai politik dimaksud. Apabila ada ketidaksesuaian silahkan menghubungi AkpolOnline untuk memperbaiki atau melengkapi informasinya.